Cara Pengukuran

A. Pengukuran Tunggal

  1. Dengan satu kali pengukuran langsung dapat ditentukan hasil ukurnya berupa (x ±∆x) satuan. Jika dilakukan pengulangan pengukuran hasilnya tetap sama.
  2. Nilai Ralat ( Nilai perkiraan )
  3. Penentuan hasil ukur: Tidak ada rumus pasti (aturan tertentu) dalam penentuan hasil ukur (termasuk aturan ½ NST!) Hasil pengukuran ditentukan oleh keputusan profesional pelaku pengukuran secara logis dan rasional, berdasarkan intuisi dan pemahaman yang dikuasainya

B. Pengukuran Berulang

  1. Untuk memperoleh hasil ukur berupa (x ±∆x )  satuan harus dilakukan beberapa kali pengukuran, karena setiap pengulangan pengukuram memperoleh hasil yang berbeda.
  2. X adalah rata-rata nilai perkiraan terbaik dari setiap pengulangan,∆X pengkuran Nilai ralat (diperoleh dari nilai sebaran disekitar rata-rata atau standar deviasi pengukuran)

Kaidah Penting

  1. Umumnya skala terkecil alat menjadi acuan tingkat kepastian terkecil yang dapat dicapai
  2. Secara umum nilai ½ skala terkecil memang cukup memadai untuk ditetapkan sebagai nilai ralat, tetapi  tidak selalu.oleh karena itu sikap yang baik adalah berusaha menetapkan hasil ukur dengan mengamati pengukuran secara baik dan menentukannya dengan rasional.
  3. Skala terkecil yang menjadi acuan adalah skala dimana penunjuk alat ukur berada
  4. Terkadang terdapat kasus dimana penunjuk pada alat ukur tidak terlalu jelas (misal cukup tebal), sehingga ketakpastian pengukuran tidak dapat mengacu pada skala terkecil alat
  5. Pada alat ukur dengan skala nonius dan alat ukur digital, penentuan hasil ukur terutama ketakpastiannya akan dipelajari kemudian.

Pembacaan Pada Peralatan Digital

Angka yang tertera pada display alat ukur digital hanyaangka pentingnya saja (tidak ada nilai perkiraannya).Nilai ralat dapat ditentukan dengan:

  1. Melihat nilai yang ditentukan oleh pabrik pembuat pada buku manual alat (dapat berupa nilai pasti atau % dari pengukuran).
  2. Jika tidak ada informasi tersebut, maka yang paling aman ralat ditentukan sebesar sepersepuluh bagian pada digit terakhir/terkecil.
  3. Pada kasus tertentu seperti pada pengukuran Arus atau Tegangan listrik dimana hasil pengukuran berubah-ubah maka ralat ditentukan berdasarkan kondisi pengukuran (melihat nilai terbesar dan terkecil hasil ukur dalam selang waktu tertentu).
About these ads

Perihal eko setiawan
http://newautodesigns.com/

One Response to Cara Pengukuran

  1. ripto mengatakan:

    izin copy materinya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: