Penulisan dan Penyampaian Hasil ukur

A. Akurasi Vs Presisi

Akurasi:

Seberapa dekat sebuah angka (hasil ukur) terhadap nilai sebenarnya, dengan membandingkan angka tersebut terhadap suatu hasil yang telah diketahui atau diacu

Presisi:

Biasanya diperlihatkan oleh berapa banyak angka dibelakang koma yang terdapat pada hasil pengukuran atau dengan kata lain ketelitian hasil pengukuran. Dalam pengukuran fisika diperlihatkan oleh nilai ketakpastian (ralat).

Contoh 1 :

Berapa panjang sebuah tali?

Reza memperoleh hasil ukur sebesar 2,63 cm.Menggunakan penggaris yang sama, Wiwit memperoleh hasil ukur sebesar 1,98 cm.

Siapa yang lebih akurat?

Siapa yang lebih presisi?

Diketahui panjang tali sebenarnya adalah 2,65 cm.

Jika hasil sebenarnya adalah 2.65 cm, maka:

Hasil Reza dapat dikatakan cukup akurat dan sangat presisi, sementara. Hasil Wiwit sangat presisi, tetapi tidak begitu akurat. Hal ini mungkin disebabkan karena kesalahan penggunaan/pembacaan alat uku (penggaris) yang digunakan

Ilustrasi pentingnya menentukan ralat dengan tepat

Suatu benda A dan B, akan diuji untuk menentukan apakah benda tersebut terbuat dari emas 18 karat atau Alloy

Sebagai acuan diketahui:

ρ emas = 15,5 gr/cm3

ρ alloy   = 13,8 gr/cm3

A gr/cm3

B gr/cm3

15

13,9

Hasil terbaik

13,5 – 16,5

13,7 – 14,1

Kisaran nilai

Analisa

Benda A (Tidak dapat disimpulkan)

Nilai terbaik A dekat denganρ emas

Nilai terbaik A jauh dariρ alloy

ρ emas dan ρalloy masuk dalam kisaran nilai A

Benda B adalah Alloy

Nilai terbaik B dekat denganρ Alloy

Nilai terbaik B jauh dariρ emas

ρ emas diluar kisaran nilai B

ρ alloy masuk dalam kisaran nilai A

Jadi Ketakpastian memberikan hasil ukur yang lebih nyata. Ketakpastian yang sangat besar akan memberikan hasil ukur yang sia-sia.

B. Angka Penting (significant figures)

  1. Digit bukan nol yang paling kiri adalah digit yang paling bermakna (most significant).
  2. Jika tidak terdapat tanda desimal, maka digit bukan nol yang paling kanan adalah digit yang paling tidak bermakna (least significant). Contoh: 123 ; 1230.
  3. Jika terdapat tanda desimal, maka digit paling kanan adalah digit yang paling tidak bermakna (least significant). Contoh: 123,4 ; 123,0
  4. Semua digit di antara most dan least, adalah digit bermakna.

Contoh

1,034 s       ; empat angka penting

3000 m      ; satu angka penting

0,0067 g    ; dua angka penting

0,04001     ; empat angka penting

2,0120       ; lima angka penting

4,31×   ; tiga angka penting

0,90× ; dua angka penting

Pembulatan Angka

Melakukan pembulatan angka dalam sains berbeda dengan dalam matematika. Aturan pembulatannya adalah jika angkanya:

· >5 dibulatkan ke atas

· <5 dibulatkan ke bawah

· = 5, berlaku:

Jika angka sebelumnya ganjil, dibulatkan ke atas

Jika angka sebelumnya genap, dibulatkan ke bawah

Pembulatan sampai satu angka di belakang koma:

15,265 m           ; 15,3 m

1,33 s                  ; 1,3 s

0,9543 g           ; 1,0 g

2,6597 cm       ; 2,7 cm

105,0356 L      ; 105,0 L

0,0698 kg        ; 0,1 Kg

C. Langkah-langkah Penulisan Hasil Ukur

  1. Tentukan nilai ralatnya
  2. Bulatkan nilai ralatnya sampai angka yang paling penting saja (satu angka penting).
  3. Sesuaikan nilai pengamatan terbaik (x) terhadap nilai ralatnya (∆x) Satuannya sama, Ordenya sama, dan Posisi ketakpastiannya telah sesuai

X = 265,5 cm

∆x = 2,5 cm

(x± ∆x) = ( 266 ± 2 ) c

D. Penyampaian Hasil Ukur

  1. Penulisan (x ±∆x) memiliki makna hasil ukur bernilai antara x +∆x s.d. x−∆x
  2. Hasil ukur dapat dinyatakan dalam bentuk ralat mutlaknya

Contoh : ( 266 ± 2 ) cm

3. Atau hasil ukur juga dapat dinyatakan dalam bentuk ralat relatifnya (%). Ralat relatif adalah (∆x/x × 100% )

Contoh : ( 1000 ± 1% )

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.